Senin, 05 Mei 2014

Gaya Hidup dapat Menurunkan Kesuburan

TIDAK SUBUR, SALAH SIAPA?
Apakah benar gaya hidup tidak sehat dapat menjadi penyebab si kecil tidak kunjung hadir? Jika berlarut-larut bisa mengancam keharmonisan rumah tangga. Perhatikan! Gaya hidup dapat menurunkan kesuburan.

Bila si kecil tidak kunjung hadir, jangan tergesa-gesa saling menyalakan satu sama lain. Wanita dan pria sama-sama berpotensi sebagai penyumbang ketidak suburan. Oleh karena itu, jangan pula terburu-buru untuk menjalani berbagai macam tes laboratorium yang pasti menguras tabungan.Tidak ada salahnya melakukan tes-tes kecil melalui  evaluasi gaya hidup anda.

tidak subur

FAKTOR YANG MENURUNKAN KESUBURAN WANITA
Kesuburan wanita dipengaruhi oleh banyak faktor, sebab alat reproduksi wanita lebih kompleks dari pada pria. Anda para wanita, Perhatikanlah faktor-faktor yang dapat menurunkan kesuburan berikut ini :

- Faktor USIA

Menurut salah satu pengajar di Departemen Obsteri & Ginekologi, FKUI,yang dikutip FEMINA beberapa tahun lalu, usia 20-30 tahun tingkat kesuburan wanita sangat tinggi. Namun mulai dari usia 35 tahun ke atas tingkat kesuburan mulai turun perlahan. Bahkan memasuki usia 40 tahun akan turun lebih drastis.
Sehingga, banyak diantara ibu rumah tangga ingin menambah si kecil di usia 37 tahun akan kesulitan, bahkan beberapa diantaranya merancang suasana malam pertama kedua namun tetap gagal.

- Umur Ibunda Saat Monopouse
Berhati-hatilah! Tingkat keseuburan wanita berelasi secara genetis dengan ibunya. Wanita yang memiliki ibu dengan monopouse normal atau terlambat, lazimnya lebih fertile (subur). Menurut dr. Ocvy di Femina, rata-rata wanita Asia akan mengalamai masa monopouse di usia 50 tahun. Kalua di bawah 45 tahun, itu berarti pada usia 40-an proses ovilasinya sudah ngos-ngosan.

- Siklus Mestruasi
Siklus mentruasi yang baik adalah jika jarak dari hari haid pertama hingga haid pertama berikutnya antar 21-35 hari. Siklus menstruasi terlalu pendek atau terlalu panjang (oligomenore) bisa jadi merupakan gejala sindrom ovarium poliksistik, yaitu kondis di mana sel telur banyak tetapi tidak pernah matang.

- Keputihan
Keputihan bisa menjadi momok menakutkan bagi kesuburan wanita, terutama keputihan akibat infeksi bahasa lainnya keputihan patologis. Oleh karena itu dr. Ocvy di Femina juga menyarankan wanita yang menderita keputihan untuk segera periksa ke tim medis setempat.
Keputihan akibat infeksi akan menghasilkan sel darah putih (leukosit) yang akan memakan sperma sampai habis. Selain itu, keputihan akibat infeksi juga akan merubah tingkat keasaman (Ph) dan cairan vagina. Padahal sekumpulan sperma dapat berenang bebas menuju sel telur jika tersedia cairan vagina dengan tingkat keasaman yang pas.

- Nyeri atau kram saat menstruasi
Nyeri menjelang atau saat menstruasi merupakan gejala penyakit endometriosis, yaitu adanya sel endometrium (sel dalam rahim) yang menempel di tempat yang tidak seharusnya. Misalnya di saluran telur atau indung telur. Jika kodisi ini terjadi di dalam telur cenderung mengakibatkan kista berkembang biak. Jika terjadi di luar sel telur akan menyebabkan perdarahan atau pelengketan.
Tapi jangan cemas, tidak semua kasus nyeri saat menstruasi adalah akibat endometriosis. Ada juga beberapa wanita memang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Oleh karena itu, jika gejala ini terjadi segeralah konsultasi dengan tim medis setempat.

- Merokok
Merokok dapat mengganggu sistem vaskularisasi (peredaran darah) dalam tubuh. Apabila jaringan organ tubuh tidak menerima aliran darah yang cukup, akan mengganggu kesehatan termasuk organ-organ reproduksi. Pada akhirnya produksi ovulasi menurun sebelum waktunya. Peringatan Rokok yang terdapat pada setiap bungkus Rokok adalah benar, merokok meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, berat badan kurang pada bayi, hingga mengganggu proses pertumbuhan otak janin.

- Obesitas
BMI (Body Massa Index) merupakan ukuran kandungan lemak dalam tubuh. Apabila BMI anda di atas 25, lemak secara otomatis menjalani proses esterifikasi (proses spontan yang merubah lemak menjadi hormon). Sayang sekali, hormon ekstra yang dihasilkan tersebut mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

- Pemakaian Pelumas
Memudahkan penetrasi hubungan seks dengan pelumas itu sangat tidak dianjurkan. Menurut penelitian dari University of texas, pelumas akan menghambat pergerakan seperma 60% hingga 100%. Menggunakan pelumas untuk penetrasi hanya akan mempersulit sperma berenang,padahal pergerakan sperma paling baik adalah jika berjalan pada lendir serviks. Lebih bijak menggunakan foredi boyke sebagi solusi penetrasi hubungan seks.

- G-String Atau Pakian Dalam Teralu Ketat 
Penggunaan pakaian dalam terlalu ketat sangat tidak baik, hal ini hanya akan menyebabkan bakteri melekat di daerah organ intim wanita dan meningkatkan resiko infeksi jamur. Infeksi pada organ intim wanita hanya akan membuat vagina menjadi nyonya rumah yang tidak baik bagi sperma.

- TERLALU BANYAK KONSUMSI KEDELAI
Kedelai memiliki banyak manfaat penyembuhan seperti penyakit diabetes, rematik, hingga hipertensi. Akan tetapi konsumsi kedelai berlebihan kurang bagus buat wanita yang ingin segera hamil. Kandungan estrogen yang tinggi pada kedelai bekerja layaknya seperti Pil KB.

- Diet Teralu Ketat
dr. Merilyn Gleville dalam buku Natural Solution to Infertility mengatakan bahwa makan teratur sangat bermanfaat untuk kesuburan karena menyeimbangkan kadara gula darah. Kadar gula darah yang rendah akan menghambat penyerapan hormon yang bermanfaat menjaga telur yang sudah dibuahi agar tetap berada di rahim. Hormon tersebut biasa di kenal dengan hormon progestron.

FAKTOR YANG MENURUNKAN KESUBURAN PRIA
Faktor kesuburan pria ditentukan oleh kualitas sperma. Kualitas sperma yang baik bisa dilihat dari tiga hal :


  1.  Jumlahnya. Bila jumlahnya minus, kemungkinan sperma sampai ke sel telur semakin kecil.

  2. Kecepatan Geraknya. Dengan jumlah sperma yang banyak tetapi pergerakannya lambat juga tidak efektif untuk membuahi.

  3. Bentuknya. Bila bentuknya tidak sempurna, maka saat bertemu dengan sel telur tidak akan bisa membuahi.


Ketiga ciri kualitas sperma yang baik di atas adalah ideal untuk membuahi Sel telur. Akan tetap juga ada faktor-faktor yang dapat membuat sperma pria loyo :
- Usia
Tidak seperti wanita, kualitas sperma menurut pada usia 35 tahun, akan tetapi tidak sedrastis penurunan pada wanita pada usia kesuburan yang sama.

- Peningkatan Temperatur Testis
Perhatika betul suhu celana anda. Suhu di sekitar testis mudah naik pada pria yang suka berlama-lama duduk di atas motor atau bekerja di lokasi yang suhunya di atas normal, seperti di pertambangan atau pabrik.

- Merokok
Merokok dapat mengurangi jumlah sperma. Selain itu, nikoti pada rokoknya juga dapat mempengaruhi pergerakan sperma yang mengakibatkan sprema sulit berenang ke tempat tujuan.

- Kuantitas Hubungan Seks 
Pergantian sperma sangat penting untuk memastikan sperma lama keluar melalui kenikmatan orgasme.Karena hanya sperma sehat yang mampu membuahi sel telur. Sehingga disarankan, untuk memastikan pria memiliki cadangan sperma yang sehat, sebaiknya hubungan seks dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Ingin segera menjadi Ayah? Sebaiknya jangan melakukan hubungan seks setiap hari. Karena, seperti juga manusia, sperma akan kelelahan kalau terlalu banyak aktifitas.

Kesimpulannya, Gaya hidup dapat menurunkan kesuburan harus dievaluasi dan kalau bisa ditinggalkan agar upaya mendapatkan si kecil menuai hasil yang diharapkan.

Artikel Terkait

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 082338111629. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Tiki, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon