Selasa, 15 April 2014

Cara Mengatasi Masalah Keputihan

Apa itu keputihan?

Keputihan (Fluor Albus) adalah sekresi vaginal (cairan yang keluar dari vagina) pada wanita yang dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Bedanya keputihan fisiologis muncul menjelang menstruasi atau sesudahnya ataupun masa subur akibat faktor hormon, sedangkan Keputihan patologis disebabkan oleh infeksi pada vagina yang diikuti oleh rasa gatal di dalam vagina dan di bibir luar vagina. Keputihan patologis dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing sehingga mengakibatkan perih saat buang air kecil.


Bagaimana Gejala Keputihan?

Sederhananya gejala keputihan itu keluarnya cairan vagina selain urine, menstruasi dan ovum. Untuk keputihan fisiologis apabila dilihat secara teliti cairannya tidak berwarna putih dan tidak bisa disebut keputihan. Keluarnya cairan ini banyak dipengaruhi sistem hormonal wanita tertentu, sehingga banyak sedikitnya cairan vagina bergantung pada siklus bulanan dan faktor stress yang juga dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri.

Gejala Keputihan Normal (fisiologis)

  • Cairan sekresi vaginal berwarna bening, tidak lengket dan encer

  • Tidak mengeluarkan bau yang menyengat.Gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid dan tanda masa subur pada wanita tertentu.

  • Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.

  • Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

  • Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.

  • Pada wanita hamil keputihan lebih sering timbul, karena pada saat wanita hamil, kekebalan tubuhnya akan menurun.

  • Pada waktu menopause dimana keseimbangan hormonalnya terganggu.

  • Pada orang tua dimana kekebalan tubuhnya sudah menurun dapat pula timbul Keputihan


Gejala Keputihan Abnormal (patologis)

  • Keluarnya cairan berwarna putih pekat, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, lengket dan kadang-kadang berbusa. Cairan ini mengeluarkan bau yang menyengat.

  • Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya serta dapat mengakibatkan iritasi pada vagina.

  • Merupakan salah satu ciri-ciri penyakit infeksi vagina yang berbahaya seperti HIV, Herpes, Candyloma.


Ada beberapa Penyebab keputihan secara umum adalah:

  • ketidakseimbangan hormon

  • Gejala suatu penyakit tertent

  • Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (ph) lingkungan vagina.

  • Sering memakai tissue saat sehabis buang air kecil maupun buang air besar. Gunakan tissue pada fungsinya

  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur

  • Sering menggunakan WC Umum yang kotor

  • Tidak mengganti panty liner

  • Membasuh vagina dari arah yang salah,

  • Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain

  • Kurang menjaga kebersihan vagina

  • Kelelahan yang amat sangat

  • Stress akibat pekerjaan, masalah rumah tangga dan sosial

  • Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi

  • Sering membasuh vagina, padahal yang dianjurkan adalah mebasuh vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vaginanya.

  • Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, kurang tidur)

  • Lingkungan sanitasi yang kotor.

  • Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.

  • Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex

  • Kadar gula darah tinggi

  • Sering menggaruk vagina


Perlu Dicatat!!!

Istilah keputihan sering sekali digunakan sebagai pemahaman umum untuk sekresi vaginal/cairan vagina, baik normal maupun abnormal. Sehingga sering terjadi kebingungan kosakata untuk membedakan keputihan fisiologis dan patologis.

Sebenarnya Vagina diciptakan dengan keseimbangan tingkat keasaman (Ph) Vagina dan Bakteri. Membasuh Vagina menggunakan sabun atau cairan antiseptik akan menyebabkan keseimbangan terganggu dan membunuh/membuang Bakteri Baik. Hal ini dapat menimbulkan Keputihan, karena Bakteri Baiknya telah mati dan tidak lagi memiki pertahanan yang cukup terhadap infeksi. Ini terjadi karena Ph asam vagina tidak lagi seimbang.

Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati

Keputihan fisiologis, sampai hari ini belum dapat diatasi atau tidak perlu dikhawatirkan sebab keputihan jenis ini masih aman. Biasanya setelah keputihan terjadi, selanjutnya akan hilang dengan sendirinya.

Namun berbeda halnya dengan keputihan patologis. Untuk jenis keputihan jenis ini harus dicegah. Cara mencegah keputihan patologis tentu saja selalu menjaga kebersihan vagina dari bahan-bahan mengandung firus atau senyawa perusak keseimbangan Ph asam pada Vagina. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan mengkonsumsi ramuan Lady Fem rekomendasi Boyke Dian Nugraha yang berkhasiat mengobati masalah keputihan.

Sedangkan bagi anda yang telah mengidap keputihan patologis sangat kami anjurkan berobat kepada dokter ahli dan melakukan terapi dengan bantuan Lady fem rekomendasi boyke dian nugraha.

 

Artikel Terkait

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 082338111629. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Tiki, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon